“Nations have recently been led to borrow billions for war; no nation has ever borrowed largely for education. Probably, no nation is rich enough to pay for both war and civilization. We must make our choice; we cannot have both. ~Abraham Flexner"
“Education is not just about going to school and getting a degree. It’s about widening your knowledge and absorbing the truth about life. – Shakuntala Devi

Ads 720 x 90

Pidato Bahasa Inggris Singkat Tentang Korupsi

Good afternoon,

I would like to express gratitude to God for giving the opportunity to attend this event. I also would like to thank to the audience who served the time and the place for me in this pulpit.

Ladies and gentlemen,

Indonesia is a huge country and absolutely rich. We have millions of different natural resources from the sea, forest, mining, and many more. Indonesia is predicted to be one of the developed countries which are able to take over the world. In fact, European countries often made ​​the calculation that if the Indonesian people unite and work together to develop this country, Indonesia will become a superpower country like America or Russia.

However, why has Indonesia not been able to be a developed country until now? Perhaps, our country does not have the good human resources. However, I feel there is one thing that becomes the core of all the problems. All the problems that we have are absolutely come from corruption.

Of course, corruption makes our country become unstable and does not have a solid system. The state’s finances are destroyed, the development is going to be stunted, and ultimately, the people of Indonesia do not get their rights. Indonesian people are very miserable; our country is not going to be well because the uneven development, bad channeled educational subsidy, and the stunted development of public facilities.

Several of us may not feel the impact of corruption directly, but our friends who live in the isolated areas feel it so much. They cannot cross the river because there is no bridge; they cannot be an educated people, and they cannot connect to the world because they do not have internet access. In fact, they have the same opportunity to the people in the big city but they haven’t.

Then, how to tackle corruption in this nation? How to wipe out the corruption?

Ladies and gentlemen,

To wipe the corruption out, we need much more patience and work harder. We must tell ourselves to not take something that does not belong to us. Corruption is begun by stealing something small, and evolves into a theft to the large sums of money. Train us to be afraid to take something that does not belong to us, and continue to be grateful for the sustenance that has been given by God.

In addition to teach yourself to keep working hard and do not take anything that is not your right, we also have to educate our children to have an independent attitude, honest, and forbid them to take other people’s stuff without permission.

Ladies and gentlemen, although corruption is a difficult problem to overcome, but I believe we can solve it. Indonesia requires us to unite, promote, and liberate the country from corruption.

Thank you for your attention and good afternoon.

 

Arti : 

 Selamat siang,

Saya ingin mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan karena telah diberikan kesempatan untuk menghadiri acara ini. Terima kasih kepada para hadirin yang telah menyediakan waktu dan tempat kepada saya di mimbar ini.

Para hadirin,

Indonesia merupakan sebuah negara besar dan begitu kaya. Kita mempunyai jutaan jenis sumber daya alam dari laut, hutan, pertambangan, dan masih banyak lagi. Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara maju yang mampu menguasai dunia. Bahkan, negara-negara eropa sering membuat perhitungan bahwa jika bangsa Indonesia bersatu dan bahu membahu untuk memajukan negara ini, maka Indonesia akan menjadi negara adidaya layaknya Amerika atau Rusia.

Namun, mengapa Indonesia belum mampu menjadi negara maju hingga saat ini? Mungkin negara kita tidak mempunyai sumber daya manusia yang baik untuk menjadi negara maju. Namun, saya merasa ada satu hal yang merupakan masalah inti dari semua masalah yang ada. Semua masalah yang kita miliki berasal dari korupsi.

Korupsi yang dilakukan tentu saja membuat negara kita menjadi labil dan tidak mempunyai sistem yang solid. Keuangan negara menjadi hancur, pembangunan terhambat, dan pada akhirnya rakyat Indonesia tidak mendapatkan hak mereka sebagai warga negara.  Rakyat Indonesia sangat sengsara karena pembangunan yang tidak merata, bantuan pendidikan tidak tersalurkan dengan baik, dan fasilitas-fasilitas umum terhambat pembangunannya.

Beberapa dari kita mungkin tidak merasakan dampak korupsi secara langsung, namun teman-teman kita yang tinggal di tempat terpencil sangat merasakannya. Mereka tidak bisa menyeberang sungai karena tidak ada jembatan, mereka tidak bisa bersekolah karena tidak mempunyai uang, dan mereka tidak bisa berhubungan dengan dunia luar karena tidak mempunyai akses internet. Padahal, mereka mempunyai kesempatan sama dengan masyarakat di kota besar.

Kemudian, bagaimana mengatasi korupsi yang ada di bangsa ini? Bagaimana menghancurkan korupsi hingga tidak tersisa?

Para hadirin,

Untuk mengatasi korupsi, kita memerlukan kesabaran dan kerja keras. Kita harus latih diri kita sendiri untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Korupsi diawali dengan mencuri sesuatu yang kecil, kemudian berkembang menjadi pencurian uang dalam jumlah besar. Latih diri kita untuk takut mengambil sesuatu yang bukan milik kita dan terus bersyukur terhadap rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan.

Selain melatih diri sendiri untuk terus bekerja keras dan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, kita juga harus mendidik anak-anak kita untuk mempunyai sikap mandiri, jujur, dan melarang mereka untuk mengambil barang orang lain tanpa izin.

Para hadirin, meskipun korupsi merupakan masalah yang sulit diatasi, namun saya yakin kita mampu melakukannya. Indonesia membutuhkan kita untuk mempersatukan, memajukan, dan membebaskan negara ini dari korupsi.

Terima kasih atas perhatiannya dan selamat siang.

 


Dirja Wiharja
Aku adalah seorang murid dari guru yang bernama penderitaan, seorang mahasiswa dari dosen yang bernama kesederhanaan, seorang santri dari kyai yang bernama kesejatian, seorang salik dari mursyid yang bernama kesunyian .. terang dalam kegelapan kaya dalam kemiskinan ...

Related Posts

Posting Komentar

There is a candle in your heart, ready to be kindled. There is a void in your soul, ready to be filled. You feel it, don’t you? (Rumi)
Subscribe Our Newsletter